Tas-tas Unik Hasil Mahakarya Lokal Punya

Untuk Era Modern saat ini, kalian pasti tahu yang namanya tas sudah menjadi pelengkap atau penyempurna bagi penampilan kalian sehari-hari. Baik tas untuk Ke Kantor, Ke Sekolah, Kuliah, Hangout, Tas untuk menaruh Alat-Alat makeup dan lainnya pasti saat ini sudah kalian miliki semuanya. Kehadiran dari Tas ini sudah sejak abad ke-14, maka akan semakin Inovatif dengan mengikuti perkembangan Zaman. Jadi tidak heran jika banyak rumah model yang sudah terkenal benar-benar menyuguhkan pemandangan pada pilihan Model yang beragam. Baik itu semua sebagai ciri khas mereka atau si model yang didesain khusus oleh sang desainernya. 

Dalam hal ini para Desainer Ternama yang ada di Indonesia juga tidak mau kalah dan ketinggalan, di dalam mendesain tas yang sudah menekankan Craftsmanship dan budaya Indonesia. Lalu untuk para Desainer inipun mau tidak mau mereka harus bisa menunjukan tas-tas hasil buatannya yang memiliki ciri khas unik dan tentu saja masih masuk ke dalam buatan lokal. Bahkan dari hasil karya para desainer ini juga sangat mampu disandingkan dengan produk Internasional lainnya. Tas buatan Lokal ini sendiri sudah memiliki detail elemen yang menarik sehingga nantinya bisa menyempurnakan kembali penampilan Stylish kalian. Nah, berikut ini dari situs harpersbazaar.co.id, ada beberapa tampilan tas unik yang ternyata adalah buatan Lokal dan tentu saja bisa menjadi pelengkap gaya kalian di dalam berbusana nantinya. 

Tas Lokal dari Sarah Beatrice – Sada 

Semua dari awal pengalaman Sarah Beatrice yang dulunya sudah bekerja di Textile Atelier untuk beberapa rumah mode Paris, dan akan membuat Sarah ini bisa memiliki ide dalam melansir Tas yang dinamakan dengan Sada. dalam hal ini akan memiliki Passion di bidang Menganyam dan akan Membuat Macrame, Sarah juga akan menggabungkan teknik tradisional dan juga sentuhan Kontemporer dengan adanya Fokus kepada Pattern untuk menciptakan tas Sada tersebut. Untuk Tas Sada sendiri terbuat dari Leather dan terlihat juga sangat unik dan tentunya Fashionable dikarenakan sudah terinspirasi dari gaya tahun 1960 an dan juga pada tahun 1970 an . 

Tas Lokal dari Tommy Ambiyo – BYO 

Jadi Byo sendiri menjadi hasil dari Ide Kreatif sang Desainer Industrial bernama Tommy Ambiyo. Disini Tommy benar-benar memiliki misi dalam menciptakan desain yang bisa menjadi sarana Ekspresi bagi setiap para individu lewat Koleksi BYO. tas ini benar-benar Identik sekali dari bahan PVC dan teknik Anyaman ini juga sudah terlihat Futuristis dengan adanya keberagaman pilihan model dan juga warna. Koleksi BYO sendiri akan menggabungkan Fashion dan juga Fiksi Ilmiah untuk bisa menciptakan desainnya tersebut. 

Tommy Ambiyo ternyata memiliki latar Pendidikan di Desain Produk pada sebuah Institut Teknologi Bandung ( Anak ITB ternyata ). Saat ini kreasinya juga sudah banyak dikenal dengan jangkauan super luas, semuanya memang berkat keunikan tas yang sudah dirangkai dari Modul Plastik Geometris. Lalu sebelum Memulai labelnya sendiri, Tommy ini sudah pernah menempuh karir bekerja untuk sebuah label lokal hingga bisa merancang adanya Window Display untuk toko. Dan pada tahun 2010 silam, dirinya juga sudah memutuskan untuk bisa melansir s128 labelnya sendiri dan juga sudah mulai bereksperimen dengan sejumlah material unik yang pastinya senantiasa menjadi sebuah inspirasi berkelanjutan bagi dirinya. 

Tas Lokal Tam Illi 

Merek atau brand lokal Tam Illi sendiri masuk ke dalam label lokal dan sudah diproduksinya sejak tahun 2013 silam. Dengan menekankan langsung pada penggunaan manik-manik yang sebenarnya berbentuk Kurva. Lalu Tam Illi sendiri saat ini sudah memproduksi tas unik yang memang bisa sekali dipakai sebagai sebuah Statement. Dan Tam Illi sendiri bisa saja menjadi pilihan bagi bagi kalian selaku para pecinta tas di dunia. Rancangan tas ini sendiri sudah ditujukan bagi kalian yang memang ingin menciptakan adanya tren dengan mengeksplorasi keindahan alam dan penggunaan manik-manik tersebut, sehingga bisa tercipta sebuah kesederhanaan yang cukup kompleks. 

Tas Lokal Toton 

Sebagai Rumah Mode Indonesia yang sudah memiliki sebuah konsentrasi kepada wanita Kontemporer. Dalam hal ini Toton untuk sebuah label eponimnya juga bisa mengeksplorasi nilai budaya dan juga Alam Indonesia. Selain itu, dirinya juga selalu saja membawa visi baru dalam mengangkat kembali kisah legenda Indonesia. Koleksi Toton untuk kali ini berupa Pouch dengan material atau bahan yang dipergunakan adalah Kain. Pouch yang diberi nama olehnya menjadi Tegel Kunci yakni merupakan produk Recycle dari Koleksi Toton. Yang mana di setiap tas juga bisa memiliki keunikan masing-masing dengan cara menggabungkan beberapa pattern. Toton juga menerapkan adanya teknik tradisional yang telah dikerjakan ulang dengan adanya pendekatan kain tradisional yang langsung saja ditambahi oleh elemen-elemen menarik lainnya. 

Toton bertolak langsung ke negara Hong Kong untuk bisa kembali dalam mempresentasikan Koleksi Teranyar yang ada di depan para pecinta Fashion di Kota Tersebut. Adanya Eksibisi Fashion serta seni yang memiliki Tajuk Merino Landscape, yakni seorang arahan Toton Januar dan juga sudah terpilih sebagai salah satu label ready to wear yang sudah berkesempatan menampilkan Koleksi Fall / Winter di tahun 2018. Yang mana didukung langsung oleh The Woolmark Company dan telah berlangsung di The Annex yang mana sudah menjadi salah satu Landmark Kota Hong Kong. 

Toton sendiri sudah sempat meraih penghargaan Prestisius, dimana The Woolmark Prize pada tingkat Asia dan juga sudah mewakili langsung di kawasan Asia Pasifik dalam kategori Womenswear di tahun 2016 lalu. Lalu untuk kepiawaiannya di dalam mengemas busana sudah Siap Pakai dengan berciri Konstruksi Apik dan ornamen di dalamnya juga sangat Impresif jadi tidak perlu kalian merasa ragu lagi akan hasil karya dirinya. Dari sini sangat wajar, jika Publik Hong Kong juga bisa dibuat terpukau ketika Eksibisi tersebut sedang berlangsung. 

Tas Lokal milik Sapto Djojokartiko 

Merayakan atas 10 tahun berdirinya label miliknya, desainer Indonesia yang bernama Sapto Djojokartiko dengan menciptakan koleksi yang menceritakan perjalanan budaya dan juga peradaban Manusia di Zaman Modern. Label yang sudah dikenal dengan adanya detail Embroidery ini mengangkat langsung pada perubahan dramatis dalam motif dan juga hiasan. Terdapat Arsitektur – Robot – Manusia dan juga Kerajinan tangan menjadi sebuah ide yang langsung saja diangkat oleh dirinya, Sapto Djojokartiko bagi lebel Eponimnya. 

Koleksinya sendiri menghadirkan tas yang memang menjadi pilihan tema berbusana. Tas yang sudah diproduksi oleh adanya desainer asal Kota Solo, memiliki warna-warna yang lembut, Kontemporer dan juga memiliki warna cerah dan langsung saja terinspirasi dari tanaman berbunga Clematis. Unsur dari Embroidery juga masih terlihat sebagai ciri khas dari label tersebut, namun tetap saja dipercantik dengan adanya hiasan manik-manik yang akan membuat tas ini menjadi semakin Chic. lewat koleksi ini juga, sang Desainer berharap bisa membawa perubahan yang sangat besar dari cara hidup bagi para wanita masa kini ataupun pada masa yang akan mendatang nantinya. 

Untuk merayakan 10 tahun dirinya berkarir di bidang Fashion, lantas saja Sapto Djojokartiko sendiri menggelar adanya sebuah peragaan busana Tunggal perdana yang mana mampu dalam menampilkan rangkaian koleksi ready to Wear untuk musim panas di tahun 2019 silam. Koleksinya memang selalu mendominasi wanita, dimulai dari Busana Pakaian – Aksesoris Tas dan lain sebagainya yang menjadi titik mula diperkenalkannya koleksi busana pria Rancangan Sapto Djojokartiko. Disini jajaran Busana Berpalet Lembut dan juga Dingin dihadirkan pada acara tersebut oleh dirinya. Dan ciri khas yang dimiliki oleh Sapto Djojokartiko sendiri selalu menggunakan adanya Material yang sangat Luwes dan juga sangat ringan untuk bisa mengikuti alur gerak dari pemakainya.